Analisis Faktor Risiko Diabetes Melitus Tipe 2 pada Remaja Menggunakan Finnish Diabetes Risk Score (FINDRISC
DOI:
https://doi.org/10.69677/avicenna.v5i2.380Kata Kunci:
DM Tipe 2, remaja, penilaian tingkat risiko, Finnish Diabetes Risk ScoreAbstrak
Latar Belakang: Diabetes Melitus (DM) merupakan penyakit tidak menular dengan angka kematian tinggi di dunia. Remaja sebagai penentu kualitas hidup di masa depan rentan terhadap gaya hidup tidak sehat yang meningkatkan risiko kejadian DM tipe 2. Tujuan: Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor risiko dari risiko kejadian DM tipe 2 pada remaja SMA di wilayah kerja Puskesmas Pakuan Baru tahun 2026. Metode: Penelitian ini menggunakan metode oservasional analitik dengan pendekatan potong lintang (Cross-sectional). Sebanyak 183 siswa dilakukan skrining awal, dan 139 responden memenuhi kriteria analisis setelah proses data cleaning. Responden diwawancarai dengan kuesioner utama yaitu Finnih Diabetes Risk Factors (FINDRISC). Hasil: Hasil menunjukkan sebanyak 75,5% responden memiliki risiko DM tipe 2 yang sangat rendah dan sebanyak (24,5%) responden memiliki risiko DM tipe 2 yang sedikit meningkat-sangat tinggi. Dari hasil uji statistik bivariat Chi-Square didapat bahwa ada hubungan Jenis Kelamin (p-value 0,016 dan PR 2,21 (95% CI 1,19-4,10)), Pendapatan Orang Tua (p-value 0003 dan PR 3,01 (95% CI 1,41-6,45)), IMT (p-value 0,000 dan PR=5,45 (95% CI 3,02-9,83)), Lingkar Pinggang (p-value 0,000 PR= 16,25 (95% CI 7,40-35,7)), riwayat gula darah tinggi (p-value 0,045 dan PR= 3,27 (95% CI 1,71-6,22)), dan riwayat keluarga (p-value 0,000 dan PR= 2,98 (95% CI 1,67-5,35)). Sedangkan faktor yang tidak memiliki hubungan dengan risiko DM tipe 2 adalah Aktivitas Fisik (p-value 0,812 dan PR=0,878 (95% CI 0,49-1,57)) dan Konsumsi Sayur dan Buah (p-value 0,389 dan PR=1,45 (95% CI 0,71-2,94)). Kesimpulan: Faktor yang berhubungan dengan risiko kejadian DM tipe 2 adalah jenis kelamin, pendapatan orang tua, IMT, lingkar pinggang, riwayat gula darah tinggi dan riwayat keluarga. Sementara itu, aktivitas fisik dan konsumsi sayur dan buah tidak menunjukkan hubungan.
Unduhan
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Sains dan Kesehatan Avicenna

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.







