https://www.jurnal.itk-avicenna.ac.id/index.php/jkma/issue/feedJurnal Penelitian Sains dan Kesehatan Avicenna2026-05-22T14:15:44+00:00La Ode Liaumin Azim, SKM.,M.Kes.(Epid)alymelhamed09@uho.ac.idOpen Journal Systems<p>Jurnal Penelitian Sains dan Kesehatan Avicenna adalah jurnal berkala yang diterbitkan oleh LPPM ITK Avicenna (Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Teknologi dan Kesehatan Avicenna) dengan nomor ISSN 2829-5536 (online) . Jurnal ini pertama kali diterbitkan secara online pada tahun 2022 dengan volume 1 no 1. Jurnal Penelitian Sains dan Kesehatan Avicenna terbit 3 kali dalam setahun (Januari, Mei, September) dan menerbitkan berbagai artikel asli yang berkaitan dengan " Farmasi; Kedokteran Gigi; Kesehatan Masyarakat, Kesehatan Lingkungan dan Pekerjaan; Keperawatan: Bidan;Gizi". Jurnal Penelitian Sains dan Kesehatan Avicenna telah terakreditasi SINTA 5 (Mulai Volume 1 No 3 Tahun 2022 sampai Volume 6 nomor 2 tahun 2027), serta terindeks Google Scholar, Crossref Doi dengan No Prefix 10.69677, dan GARUDA</p> <p>Setiap artikel yang masuk ke redaksi diseleksi melalui proses Preliminary Review dengan mempertimbangkan apakah artikel tersebut sesuai dengan ruang lingkup ilmiah jurnal. Naskah yang tidak sesuai dengan pedoman penulisan untuk publikasi akan ditolak oleh editor sebelum ditinjau lebih lanjut. Naskah yang memenuhi pedoman yang ditentukan akan melalui Proses peer-Preview untuk pemeriksaan substansial dan format. Jika naskah tidak disiapkan dengan benar, naskah akan dikirim kembali ke penulis untuk revisi besar atau kecil. Penulis harus mengirimkan kembali naskah yang direvisi dalam waktu satu bulan setelah penerimaan sementara. Berdasarkan komentar Reviewer, Dewan Editorial kemudian mengambil keputusan akhir untuk menerima atau menolak artikel untuk publikasi</p>https://www.jurnal.itk-avicenna.ac.id/index.php/jkma/article/view/343Faktor Risiko Diabetes Melitus Tipe 2 pada Provinsi dengan Prevalensi Tertinggi di Indonesia: Analisis Data SKI 20232026-03-19T05:48:58+00:00Yuni Rahmawatiyunirahmawati2264@gmail.comMuhammad Syukrisyukri.muhammad@unja.ac.idHendra Dhermawan Sitangganghendrasitanggang@unja.ac.idRD. Halimhalim75@unja.ac.idKadar Ramadhankadarlaure@gmail.comFahrul Islamfahrulislam@poltekkesmamuju.ac.id<p><strong>Latar Belakang:</strong> DM tipe 2 merupakan salah satu penyakit tidak menular yang prevalensinya terus meningkat dan menjadi masalah kesehatan masyarakat di berbagai negara, termasuk Indonesia. Provinsi DKI Jakarta merupakan wilayah dengan prevalensi DM tertinggi berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) tahun 2023. <strong>Tujuan:</strong> Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor risiko DM tipe 2 pada penduduk usia ≥ 15 tahun di Provinsi DKI Jakarta, menggunakan data SKI 2023. <strong>Metode:</strong> Penelitian ini menggunakan desain <em>cross-sectional</em> dengan pendekatan kuantitatif. Data bersumber dari data SKI 2023, dengan jumlah sampel sebanyak 24.454 responden yang berusia ≥ 15 tahun di Provinsi DKI Jakarta. Analisis dilakukan dengan mempertimbangkan bobot sampel dan desain <em>Complex Samples</em>. Analisis meliputi analisis univariat untuk mengetahui karakteristik responden, analisis bivariat dilakukan menggunakan uji <em>Chi-Squares</em> serta analisis multivariat dilakukan menggunakan uji regresi logistik ganda. <strong>Hasil:</strong> Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah dilakukan analisis multivariat menggunakan uji regresi logistik ganda, faktor yang berhubungan secara signifikan dengan kejadian DM tipe 2, yaitu usia dan hipertensi (p < 0,001). Individu berusia ≥ 45 tahun memiliki risiko 11,35 kali lebih besar mengalami DM tipe 2 dibandingkan individu berusia < 45 tahun (OR <em>adjusted</em> 11,35; 95% CI: 5,20–24,78). Selain itu, individu dengan hipertensi memiliki risiko 2,99 kali lebih besar mengalami DM tipe 2 dibandingkan individu yang tidak hipertensi (<em>OR adjusted</em> 2,99; 95% CI: 2,00–4,47). <strong>Kesimpulan:</strong> Usia dan hipertensi merupakan faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian DM tipe 2 pada penduduk usia ≥ 15 tahun di Provinsi DKI Jakarta. Oleh karena itu, diperlukan upaya pencegahan dan deteksi dini terutama pada kelompok usia berisiko serta pada individu dengan hipertensi melalui peningkatan skrining dan pengendalian faktor risiko.</p>2026-05-13T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Sains dan Kesehatan Avicennahttps://www.jurnal.itk-avicenna.ac.id/index.php/jkma/article/view/361Determinan Faktor Sosial dan Klinis yang Berhubungan dengan Kejadian TB Paru pada Pasien HIV/AIDS di Puskesmas Lepo-lepo2026-04-25T03:48:28+00:00Putu Ayu Sawitriputu19ayu99@gmail.comWa Ode Salmawaode.salma@uho.ac.idJumakiljumakil@uho.ac.id<p><strong>Latar Belakang: </strong>HIV/AIDS masih menjadi masalah kesehatan global yang meningkatkan risiko infeksi oportunistik, termasuk tuberkulosis (TB) paru. Penurunan sistem imun pada pasien HIV menyebabkan meningkatnya kerentanan terhadap TB yang berkontribusi pada tingginya angka morbiditas dan mortalitas. <strong>Tujuan:</strong> Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan faktor sosial (pengetahuan dan pekerjaan) serta faktor klinis (stadium klinis HIV/AIDS, kadar hemoglobin, status gizi, viral load, dan kepatuhan terapi antiretroviral/ARV) dengan kejadian TB paru pada pasien HIV/AIDS di Puskesmas Lepo-lepo.<strong> Metode: </strong>Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan <em>case-control</em>. Sampel berjumlah 88 responden yang terdiri dari 44 kasus (HIV dengan TB paru) dan 44 kontrol (HIV tanpa TB paru). Analisis data dilakukan menggunakan uji bivariat dan regresi logistik multivariat.<strong> Hasil: </strong>Hasil analisis bivariat menunjukkan seluruh variabel berhubungan signifikan dengan kejadian TB paru, yaitu pengetahuan (OR=3,200; p=0,017), pekerjaan (OR=3,852; p=0,005), stadium klinis (OR=10,219; p=0,000), kadar hemoglobin (OR=4,143; p=0,003), status gizi (OR=7,286; p=0,000), viral load (OR=5,800; p=0,000), dan kepatuhan ARV (OR=7,111; p=0,000). Namun, hasil analisis multivariat menunjukkan bahwa faktor yang berpengaruh signifikan adalah stadium klinis (p=0,021), kadar hemoglobin (p=0,047), status gizi (p=0,049), viral load (p=0,013), dan kepatuhan ARV (p=0,005), sedangkan pengetahuan dan pekerjaan tidak signifikan. Variabel viral load merupakan faktor paling dominan dengan nilai Exp(B)=7,859. <strong>Kesimpulan: </strong>kejadian TB paru pada pasien HIV/AIDS dipengaruhi oleh faktor klinis dan perilaku, dengan viral load sebagai faktor dominan. Pengendalian viral load melalui kepatuhan terapi ARV, serta perbaikan status gizi dan kondisi klinis pasien menjadi langkah penting dalam pencegahan TB paru.</p>2026-05-13T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Sains dan Kesehatan Avicennahttps://www.jurnal.itk-avicenna.ac.id/index.php/jkma/article/view/335Hubungan Shift Kerja dan Kualitas Tidur dengan Kelelahan Kerja pada Perawat di Rumah Sakit X Kotamobagu2026-03-26T04:06:20+00:00Henny Kasegerhennykaseger@iktgm.ac.idMoh. Rizki Fauzanhennykaseger@iktgm.ac.idChristien Gloriahennykaseger@iktgm.ac.idAliyah Putri Daduhennykaseger@iktgm.ac.id<p>Latar Belakang: Kelelahan kerja merupakan fenomena yang kompleks yang disebabkan <br />oleh faktor biologi pada proses kerja serta dipengaruhi oleh faktor internal maupun <br />eksternal. Kelelahan kerja juga sering dialami oleh seorang perawat yang berkerja di dalam <br />pelayanan kesehatan di Rumah Sakit. Tujuan: tujuan penelitian untuk mengetahui <br />hubungan Shift kerja dan Kualitas Tidur dengan Kelelahan Kerja pada Perawat. Metode: <br />Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif, dengan pendekatan desain cross sectional <br />study, dengan waktu pengumpulan data selama 3 bulan. Jumlah sample pada penelitian <br />sebesar 73 responden yang diambil dengan teknik simple random sampling. Instrumen <br />kelelahan kerja yang digunakan pada penelitian ini berupa Industrial Fatigue Researsh <br />Committee Quesionare dan kualitas tidur diukur dengan Pittsburgh Quality Indeks Quesionare. <br />Penleitian ini diuji dengan menggunakan Chi-Square Test. Hasil: terdapat hubungun yang <br />signifikan antara shift kerja dengan kelelahan kerja dibuktikan dengan nilai p-value 0.038 <br />kurang dari batas tolerasi 5% dan kualitas tidur dengan kelelahan kerja dibuktikan dengan <br />dengan nilai p-value 0.007 kurang dari batas tolerasi 5%. Kesimpulan: terdapat <br />hubungan antara shift kerja dan kualitas tidur dengan kelelahan kerja, oleh karena itu <br />penelitian ini diharapkan memberikan implikasi berupa pembagian shift kerja perawat <br />yang yang lebih adil dan merata dan perawat dengan shift malam diberikan waktu istirahat <br />selama 20 menit (power nap).</p>2026-05-13T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Sains dan Kesehatan Avicennahttps://www.jurnal.itk-avicenna.ac.id/index.php/jkma/article/view/357Hubungan Chronotype Berbasis Skor Morningness-Eveningness Questionnaire dengan Indeks Massa Tubuh Pada Mahasiswa2026-04-22T06:36:18+00:00Zahara Nurfatihah Zzaharanurfatihah56@gmail.comNurul ‘Afifah Hijamizaharanurfatihahz@fk.unila.ac.idGhea Farmaning Thias Putrizaharanurfatihahz@fk.unila.ac.id<p><strong>Latar Belakang:</strong> Gangguan ritme sirkadian banyak terjadi pada mahasiswa akibat pola tidur tidak teratur, paparan cahaya biru, dan gaya hidup malam yang mendorong pergeseran <em>chronotype</em> ke tipe malam <em>(eveningness).</em> Pergeseran <em>chronotype</em> ini berdampak pada regulasi metabolisme lipid, sekresi leptin-ghrelin, dan jalur <em>insulin-signaling.</em> Individu dengan <em>chronotype</em> malam diketahui memiliki risiko lebih tinggi terhadap gangguan metabolisme<em>.</em> <strong>Tujuan:</strong> Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara <em>chronotype</em> berbasis skor <em>Morningness-Eveningness Questionnaire</em> (MEQ) dengan parameter risiko metabolik Indeks Massa Tubuh (IMT) pada mahasiswa. <strong>Metode</strong>: Penelitian observasional dengan desain <em>cross-sectional</em> melibatkan 57 mahasiswa aktif berusia 17–25 tahun yang dipilih menggunakan <em>convenience sampling.</em> <em>Chronotype</em> dinilai menggunakan MEQ dan IMT dihitung berdasarkan data berat badan dan tinggi badan yang dilaporkan secara mandiri. Analisis statistik meliputi uji <em>Shapiro-Wilk,</em> korelasi <em>Spearman,</em> dan <em>one-way</em> ANOVA dengan tingkat signifikansi p < 0,05. <strong>Hasil</strong>: Sebagian besar responden termasuk <em>chronotype</em> <em>intermediate</em> (68,4%) dengan rerata skor MEQ 54,35 ± 6,58 dan rerata IMT 21,51 ± 4,34 kg/m². Korelasi <em>Spearman</em> antara skor MEQ dan IMT menunjukkan hubungan negatif lemah yang tidak signifikan (p = 0,305). Tidak terdapat perbedaan IMT yang bermakna antar kelompok<em> chronotype</em> (p = 0,962). <strong>Kesimpulan:</strong> Hubungan antara <em>chronotype</em> dan IMT pada mahasiswa tidak signifikan secara statistik. Penelitian lanjutan dengan ukuran sampel lebih besar, pengukuran antropometri objektif, dan penambahan biomarker metabolik seperti kadar leptin dan profil lipid diperlukan untuk mengevaluasi hubungan ini secara lebih komprehensif.</p>2026-05-31T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Sains dan Kesehatan Avicennahttps://www.jurnal.itk-avicenna.ac.id/index.php/jkma/article/view/323Kolaborasi Lintas Sektor Dalam Upaya Peningkatan Layanan Digitalisasi BPJS Kesehatan (BPJS Online) di Kota Palopo Tahun 20252026-04-02T04:07:04+00:00Sri Hastari Rahayusrihastari91@gmail.comSri Nurianasrinuriana571@gmail.com<table cellspacing="0" cellpadding="0"> <tbody> <tr> <td valign="top"> <p>Latar Belakang: Transformasi digital dalam pelayanan kesehatan memerlukan kolaborasi lintas sektor agar implementasi layanan berjalan efektif dan berkelanjutan. Di Kota Palopo, layanan BPJS Online telah dilaksanakan beberapa kali pada 2024, namun pelaksanaannya belum optimal karena kerja sama formal antara BPJS Kesehatan dan Pemerintah Kota baru disepakati pada awal 2025, sehingga masih terdapat kendala operasional dan teknis. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis mekanisme kolaborasi lintas sektor antara BPJS Kesehatan dan Puskesmas dalam pelaksanaan layanan BPJS Online, mengidentifikasi kendala yang dihadapi, serta merumuskan strategi kolaboratif yang efektif dan berkelanjutan. Metode: Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus, dilaksanakan pada Mei-Oktober 2025. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur, observasi partisipatif, dan dokumentasi dari petugas BPJS Kesehatan, PIC Puskesmas, serta peserta BPJS yang dipilih secara purposive. Analisis data dilakukan secara tematik menggunakan NVivo dengan triangulasi sumber dan member checking untuk memastikan keabsahan data. Hasil: Tiga tema utama ditemukan: mekanisme kolaborasi lintas sektor, kendala pelaksanaan layanan, dan strategi kolaboratif untuk penguatan layanan. Kolaborasi meliputi pembagian peran, koordinasi operasional, dukungan perjanjian formal, dan evaluasi berkala. Kendala mencakup keterbatasan infrastruktur teknologi, gangguan jaringan, serta peningkatan beban kerja petugas. Strategi kolaboratif mencakup penguatan koordinasi, adaptasi mekanisme layanan, dan pendampingan peserta. Kesimpulan: Keberhasilan layanan BPJS Online sangat dipengaruhi oleh efektivitas kolaborasi lintas sektor, kesiapan teknologi, dan penguatan kapasitas pelaksana serta peserta agar layanan dapat dimanfaatkan secara optimal dan berkelanjutan.</p> </td> </tr> </tbody> </table>2026-05-13T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Sains dan Kesehatan Avicennahttps://www.jurnal.itk-avicenna.ac.id/index.php/jkma/article/view/351Efektivitas Terapi Herbal Dalam Menurunkan Resistensi Insulin pada Policystic Ovary Syndrome (PCOS): A Systematic Review2026-04-10T00:43:47+00:00Ida Ayu Jayasri Setiadewiayu.jayasri@student.undiksha.ac.idNi Kadek Diah Purnamayantinpurnamayanti@undiksha.ac.idKomang Alit Suriyasmininpurnamayanti@undiksha.ac.idPutu Windy Astutinpurnamayanti@undiksha.ac.idKetut Widya Sarinpurnamayanti@undiksha.ac.idKadek Ayu Martininpurnamayanti@undiksha.ac.id<p><strong>Latar belakang:</strong> <em>Polycystic Ovary Syndrome</em> (PCOS) merupakan gangguan endokrin yang kompleks dan banyak dialami oleh wanita usia subur, dengan resistensi insulin (IR) sebagai salah satu komponen utama dalam patofisiologinya. Penggunaan terapi herbal sebagai alternatif atau komplementer untuk mengatasi IR pada PCOS semakin banyak diteliti karena dianggap lebih aman dan memiliki potensi efek farmakologis. <strong>Tujuan:</strong> Untuk mengevaluasi efektivitas berbagai jenis herbal dalam menurunkan resistensi insulin pada pasien dengan PCOS. <strong>Metode:</strong> Kajian ini merupakan tinjauan literatur sistematis dengan menggunakan pedoman PRISMA. Penelusuran dilakukan pada data base ScienceDirect, PubMed, dan Google Scholar dengan kata kunci yang relevan. Artikel yang diikutsertakan merupakan studi eksperimental dan RCT dalam lima tahun terakhir yang mengevaluasi efek intervensi herbal terhadap IR pada PCOS. Dari hasil penelusuran didapatkan total 8.190 artikel yang kemudian dilakukan hasil seleksi dengan menghilangkan duplikasi artikel dan menyesuaikan dengan kriteria inklusi yang telah disusun, hingga didapatkan 10 artikel (Pubmed = 5, Sciencedirect = 2, dan Google Scholar = 3). <strong>Hasil:</strong> dari 10 artikel yang direview, sebagian besar menunjukan bahwa herbal, seperti <em>Moringa oleifera, Tinospora cordifolia, Rubus chingii, Liuwei Dihuang Pills, Woxuanzhongzhou Formula</em> dan kombinasi herbal tertentu mampu menurunkan HOMA-IR, kadar insulin, dan meningkatkan sensitivitas insulin. Mekanisme kerja herbal meliputi aktivasi regulasi ekspresi gen metabolik, antiinflamasi, antioksidan, serta perbaikan mikrobiota usus. Namun, salah satu herbal berupa <em>Banxia Xiexin Decoction</em> tidak menunjukan hasil yang signifikan dalam menurunkan IR pada PCOS, yang kemungkinan disebabkan akibat pemberian dosis yang rendah dan durasi intervensi yang tidak memadai. <strong>Kesimpulan:</strong> Penggunaan herbal berpotensi sebagai terapi komplementer dalam mengatasi resistensi insulin pada PCOS dilihat dari beberapa herbal menunjukkan penurunan indeks HOMA IR. Namun penggunaan untuk memberikan efek klinis pada manusia perlu dilakukan penelitian klinis dan standarisasi lebih lanjut.</p>2026-05-31T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Sains dan Kesehatan Avicennahttps://www.jurnal.itk-avicenna.ac.id/index.php/jkma/article/view/305Analisis Potensi Interaksi Obat Golongan Proton Pump Inhibitor Pada Pasien Rawat Jalan di Rumah Sakit Royal Prima Tahun 20222026-02-22T09:33:27+00:00Sri Cinta Auliasricintaulia@gmail.comDaimah Wirdatus Sanaun Harahapdaimahwsharahap@unprimdn.ac.idAstriani Natalia Br Gintingdaimahwsharahap@unprimdn.ac.id<p>Latar Belakang: Penggunaan obat golongan Proton Pump Inhibitor (PPI) pada pasien <br />rawat jalan sering disertai dengan pemberian obat lain, sehingga berpotensi menimbulkan <br />interaksi obat. Interaksi obat dapat mempengaruhi efektivitas terapi dan meningkatkan <br />risiko terjadinya efek samping. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis <br />potensi interaksi obat golongan Proton Pump Inhibitor pada pasien rawat jalan di Rumah <br />Sakit Royal Prima Medan tahun 2022. Metode: Penelitian ini menggunakan desain <br />observasional retrospektif dengan sumber data berupa rekam medis pasien rawat jalan <br />yang menerima terapi PPI. Analisis data dilakukan secara deskriptif untuk <br />menggambarkan karakteristik pasien, jenis PPI yang digunakan, potensi interaksi obat, <br />tingkat keparahan, serta mekanisme interaksi. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan <br />bahwa dari 242 pasien, terdapat 75 kasus potensi interaksi obat (30,99%) yang seluruhnya <br />termasuk dalam kategori keparahan moderat. Mekanisme interaksi yang paling banyak <br />ditemukan adalah farmakokinetik (98,67%). Kombinasi obat yang paling sering <br />berpotensi menimbulkan interaksi adalah lansoprazole dengan sukralfat. Kesimpulan: <br />Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa potensi interaksi obat golongan PPI <br />pada pasien rawat jalan masih cukup tinggi. Oleh karena itu, diperlukan peran aktif <br />apoteker dalam pemantauan terapi serta pengaturan waktu pemberian obat guna <br />meningkatkan keamanan dan efektivitas pengobatan.</p>2026-05-13T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Sains dan Kesehatan Avicennahttps://www.jurnal.itk-avicenna.ac.id/index.php/jkma/article/view/384The Relationship Between Family Support and Hypertension Diet Adherence with the Degree of Hypertension in Adult Patients at the Puskesmas Cilodong, Depok, West Java2026-05-18T13:06:22+00:00Firohamtinfiroh.matin2022@gmail.comTommy Jemmy Fransiscus Wowortommywowor@civitas.unas.ac.idRetno Widowatitommywowor@civitas.unas.ac.idNiken Rima Fadillatommywowor@civitas.unas.ac.id<p>Hipertensi merupakan penyakit tidak menular dengan angka kejadian yang tinggi di Indonesia. Prevalensi hipertensi pada penduduk usia ≥18 tahun meningkat dari 25,8% pada tahun 2013 menjadi 34,1% pada tahun 2018. Pengendalian hipertensi memerlukan kepatuhan dalam menjalankan diet hipertensi, namun dalam praktiknya tingkat kepatuhan tersebut masih rendah dan dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya adalah dukungan keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan keluarga dan kepatuhan diet hipertensi dengan derajat hipertensi pada pasien dewasa di wilayah kerja Puskesmas Cilodong, Depok. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Penelitian dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Cilodong dengan jumlah responden sebanyak 91 pasien dewasa yang menderita hipertensi. Teknik pengambilan sampel menggunakan accidental sampling sesuai dengan kriteria inklusi yang telah ditentukan. Instrumen penelitian yang digunakan meliputi kuesioner Family Support Scale (FSS), kuesioner kepatuhan diet hipertensi, serta sphygmomanometer untuk mengukur tekanan darah responden. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji statistik Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dan kepatuhan diet hipertensi pada pasien dewasa penderita hipertensi (p < 0,05), dengan nilai OR sebesar 23,131. Selain itu, terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dan kepatuhan diet hipertensi dengan derajat hipertensi pada pasien dewasa di wilayah kerja Puskesmas Cilodong.</p>2026-05-31T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Sains dan Kesehatan Avicennahttps://www.jurnal.itk-avicenna.ac.id/index.php/jkma/article/view/344Faktor yang Berhubungan dengan Kelelahan Kerja pada Petani Perempuan di Kecamatan Passi Timur2026-03-19T05:47:32+00:00Besse Rismayanibesserismayani016@gmail.comIreine Kamasaanireinekamasaan14@gmail.comCitra Adelia S. Malanticitmlnti19@gmail.comFachry Rumafbesserismayani016@gmail.comChristien Gloria Tutubesserismayani016@gmail.comHairil Akbarbesserismayani016@gmail.com<p>namun mereka rentan mengalami kelelahan kerja akibat beban kerja fisik yang berat, <br />durasi kerja yang panjang, faktor usia, serta peran ganda sebagai pekerja dan ibu rumah <br />tangga. Kelelahan kerja yang berlangsung terus-menerus dapat berdampak pada <br />penurunan produktivitas, meningkatnya risiko gangguan kesehatan, dan menurunnya <br />kualitas hidup. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan usia, durasi <br />kerja, dan beban kerja dengan kelelahan kerja pada petani padi perempuan di Kecamatan <br />Passi Timur. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain <br />observasional analitik melalui pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah <br />seluruh petani padi perempuan di Kecamatan Passi Timur. Sampel berjumlah 60 <br />responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data <br />dilakukan menggunakan kuesioner, kemudian dianalisis secara deskriptif dan bivariat <br />menggunakan uji Chi-Square dengan bantuan aplikasi SPSS Statistics 21. Hasil: Hasil <br />analisis menunjukkan bahwa umur (p = 0,001), Durasi kerja, (p = 0,018) beban kerja (p= <br />0,005). Kesimpulan: Usia, durasi kerja, dan beban kerja berhubungan dengan kelelahan <br />kerja pada petani padi perempuan di Kecamatan Passi Timur. Oleh karena itu, diperlukan <br />upaya pencegahan melalui pengaturan waktu kerja, pengurangan beban kerja, serta <br />penerapan prinsip ergonomi untuk meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan petani <br />perempuan.</p>2026-05-13T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Sains dan Kesehatan Avicennahttps://www.jurnal.itk-avicenna.ac.id/index.php/jkma/article/view/164Faktor – Faktor Yang Mempengaruhi Cakupan Skrining Hipotiroid Kongenital di Puskesmas Jatisampurna Kota Bekasi2025-10-09T05:27:23+00:00Luthfiyyah Choirunnisachoirunnisa.luthfiyyah@gmail.comWiwin Widayanichoirunnisa.luthfiyyah@gmail.com Sri Mulyatichoirunnisa.luthfiyyah@gmail.comYulia Ulfah Fatimahchoirunnisa.luthfiyyah@gmail.com<table> <tbody> <tr> <td width="458"> <p><strong>Abstrak</strong></p> </td> <td width="0"> <p> </p> </td> </tr> <tr> <td rowspan="5" width="458"> <p><strong>Latar belakang:</strong> Hipotiroid kongenital adalah kondisi di mana fungsi kelenjar tiroid menurun sejak lahir yang disebabkan karena kelainan struktur kelenjar tiroid. Kejadian hipotiroid kongenital secara global terjadi pada 1:3000 kelahiran. Angka kelahiran mencapai 4,4 juta per tahun, diperkirakan setiap tahunnya lahir 1.500 bayi dengan Hipotiroid Kongenital. <strong>Tujuan: </strong>Mengetahui hubungan pengetahuan, dukungan keluarga, sumber informasi, sosial budaya dan dukungan tenaga kesehatan dengan cakupan skrining hipotiroid kongenital. <strong>Metode: </strong>Penelitian ini kuantitatif dengan crossectional. Sampel penelitian berjumlah 120 orang dengan teknik <em>stratified random sampling</em> yang dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Jatisampurna Kota Bekasi pada bulan Februari – April 2025. Analisis data menggunakan uji analisis <em>chi-square</em>. <strong>Hasil:</strong> Pada hasil penelitian Pengetahuan didapatkan p-value 0,039 (p<0,05), Dukungan Keluarga didapatkan p-value 0,018 (p<0,05), Sumber Informasi didapatkan p-value 0,029 (p<0,05), Sosial Budaya didapatkan p-value 0,432 (p>0,05) dan Dukungan Tenaga Kesehatan didapatkan p-value 0,000 (p<0,05) <strong>Simpulan: </strong>Terdapat hubungan antara pengetahuan, dukungan keluarga, sumber informasi, dan dukungan tenaga kesehatan serta tidak terdapat hubungan antara sosial budaya dengan cakupan skrining hipotiroid kongenital.</p> <p> </p> </td> <td width="0"> </td> </tr> </tbody> </table>2026-05-13T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Sains dan Kesehatan Avicennahttps://www.jurnal.itk-avicenna.ac.id/index.php/jkma/article/view/374Analisis Faktor Risiko Ergonomi Terhadap Keluhan Muskulokletal Disorder (MSDS) pada Pekerja Sektor Informal (Pekerja Binatu) di Kota Kendari Tahun 20252026-05-01T10:39:30+00:00yusuf sabiluyusuf.sabilu@uho.ac.idMuh. Fajrinshadiq Rusliyusuf.sabilu@uho.ac.idMubarakyusuf.sabilu@uho.ac.id<p>Keluhan <em>musculoskeletal disorders</em> (MSDs) merupakan salah satu masalah kesehatan kerja yang banyak dialami oleh pekerja sektor informal, termasuk pekerja binatu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor risiko ergonomi yang berhubungan dengan keluhan MSDs pada pekerja binatu di Kota Kendari. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain <em>cross-sectional</em>. Populasi penelitian adalah seluruh pekerja binatu pada 14 usaha binatu dengan jumlah sampel sebanyak 111 responden menggunakan teknik <em>total sampling</em>. Data dikumpulkan melalui kuesioner Nordic Body Map (NBM), pengukuran indeks massa tubuh (IMT), serta observasi postur kerja menggunakan metode Rapid Entire Body Assessment (REBA). Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat menggunakan uji Chi-Square/Fisher Exact, dan multivariat menggunakan regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden mengalami keluhan MSDs kategori tinggi (79,3%). Terdapat hubungan yang signifikan antara usia, indeks massa tubuh, masa kerja, postur kerja, durasi kerja, dan repetisi gerakan dengan keluhan MSDs (p < 0,05). Analisis multivariat menunjukkan bahwa masa kerja merupakan faktor yang paling dominan berpengaruh terhadap keluhan MSDs. Penelitian ini menyimpulkan bahwa faktor ergonomi dan karakteristik individu berperan penting dalam terjadinya MSDs pada pekerja binatu. Oleh karena itu, diperlukan upaya perbaikan ergonomi kerja, pengaturan waktu kerja, serta peningkatan kesadaran pekerja terhadap kesehatan kerja untuk menurunkan risiko MSDs.</p>2026-05-27T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Sains dan Kesehatan Avicennahttps://www.jurnal.itk-avicenna.ac.id/index.php/jkma/article/view/342Pengaruh Kompetensi Tenaga Kesehatan Terhadap Kepuasan Pasien Pada Pelayanan Kesehatan di RSUD Kabupaten Bombana Tahun 20252026-04-04T04:10:54+00:00Jamal Saripajamalsaripa40@gmail.comSuhadisuhaditsel77@uho.ac.idAdius Kusnanadiuskusnan.fkuho@gmail.com<p>Latar Belakang: Kepuasan pasien merupakan indikator penting dalam menilai mutu <br />pelayanan kesehatan, yang sangat dipengaruhi oleh kompetensi tenaga kesehatan. <br />Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kompetensi tenaga <br />kesehatan terhadap kepuasan pasien pada pelayanan kesehatan di RSUD Kabupaten <br />Bombana Tahun 2025. Metode: Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan <br />pendekatan cross sectional dan teknik pengambilan sampel consecutive sampling. Sampel <br />penelitian ini adalah pasien melakukan pelayanan di RSUD Kabupaten Bombana <br />sebanyak 100 responden yang diambil menggunakan Teknik simple random sampling. <br />Instrumen penelitian adalah lembar kuesioner. Variabel penelitian ini adalah motif (motif), <br />sikap (attitude), konsep diri (self concept), pengetahuan (knowledge), dan keterampilan <br />(skills). Analisis data menggunakan uji chi-square dan regresi logistik. Hasil: Hasil analisis <br />menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan dari variabel Motif (p= 0.000), <br />Attitude (p= 0.000 ), self concept (p=0.040), Knowledge (p= 0.021) dan Skills (p=0.003) <br />terhadap kepuasan pasien pada pelayanan kesehatan di RSUD Kabupaten Bombana. Uji <br />regresi logistik biner menunjukkan bahwa variabel sikap yang paling berpengaruh dengan <br />nilai Exp (B) 10.780. Kesimpulan: semakin tinggi pelayanan kesehatan dengan sikap <br />(attitude) yang diberikan RSUD Kabupaten Bombana, maka akan semakin tinggi pula <br />kepuasan pasien. oleh karena itu, manajemen rumah sakit perlu memperhatikan faktor<br />faktor yang memengaruhi motivasi dan kompetensi tenaga kesehatan, untuk <br />meningkatkan kualitas pelayanan dan kepuasan pasien</p>2026-05-13T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Sains dan Kesehatan Avicennahttps://www.jurnal.itk-avicenna.ac.id/index.php/jkma/article/view/359Analisis Komunikasi Interpersonal Dokter dan Pasien dan Dampaknya terhadap Kepuasan Paisen di Puskesmas Wolo Kabupaten Kolaka2026-04-25T03:52:19+00:00Wartina Karamelkaamelkmostv@gmail.comWa Ode Salmawaode.salma@uho.ac.idNani Yuniarnani.yuniar@uho.ac.id<p>Latar Belakang: Komunikasi interpersonal antara dokter dan pasien merupakan faktor <br />penting dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan, khususnya di fasilitas pelayanan <br />kesehatan primer. Komunikasi yang kurang efektif dapat berdampak pada rendahnya <br />kepuasan pasien serta menurunnya pemanfaatan layanan kesehatan. Tujuan: Penelitian <br />ini bertujuan untuk menganalisis komunikasi interpersonal dokter dan pasien serta <br />dampaknya terhadap kepuasan pasien di Puskesmas Wolo Kabupaten Kolaka. Metode: <br />Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologis. <br />Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dengan informan kunci yang <br />terdiri dari Kepala Puskesmas, Dokter Umum, dan Dokter Gigi, serta informan <br />pendukung yang terdiri dari perawat, bidan, dan pasien yang berjumlah 20 orang. Teknik <br />pengumpulan data dilengkapi dengan observasi dan dokumentasi. Analisis data dilakukan <br />menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, <br />penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa <br />komunikasi interpersonal dokter dan pasien di Puskesmas Wolo pada umumnya telah <br />berlangsung secara dua arah melalui proses anamnesis, yang mencerminkan adanya <br />keterbukaan dalam komunikasi. Namun, efektivitas komunikasi masih menghadapi <br />kendala berupa keterbatasan waktu pelayanan, beban kerja tenaga medis, serta kondisi <br />psikologis dan perbedaan latar belakang pendidikan pasien. Unsur empati dan dukungan <br />lebih dominan ditunjukkan oleh perawat dan bidan yang berperan sebagai penghubung <br />komunikasi antara dokter dan pasien. Kesimpulan: Penelitian ini menegaskan bahwa <br />komunikasi interpersonal merupakan komponen penting dalam meningkatkan mutu <br />pelayanan kesehatan primer. Oleh karena itu, penguatan kompetensi komunikasi tenaga <br />kesehatan serta dukungan sistem pelayanan yang berorientasi pada pasien perlu terus <br />ditingkatkan.</p>2026-05-13T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Sains dan Kesehatan Avicennahttps://www.jurnal.itk-avicenna.ac.id/index.php/jkma/article/view/332Formulasi dan Evaluasi Aromaterapi Topical Berbasis Minyak Zaitun dan Minyak Almond dengan Variasi Minyak Essential2026-03-12T04:50:01+00:00Eka Yuliantiekkyul4@gmail.comNur Ermawatiekkyul4@gmail.com<p>Latar Belakang: Aromaterapi merupakan salah satu terapi komplementer yang memanfaatkan minyak esensial seperti minyak citronella dari tanaman Cymbopogon nardus, minyak lavender dari Lavandula angustifolia, dan minyak chamomile dari Matricaria chamomilla untuk memberikan efek relaksasi serta meningkatkan kenyamanan fisik dan mental. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan dan mengevaluasi sediaan massage oil aromaterapi berbasis olive oil dan almond oil dengan variasi kombinasi essential oil citronella, lavender, dan chamomile. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan tiga formula yang dibuat menggunakan metode pencampuran sederhana tanpa pemanasan dan dievaluasi melalui uji organoleptik, homogenitas, pH, viskositas, bobot jenis, stabilitas selama penyimpanan 28 hari, uji iritasi kulit, serta uji hedonik untuk mengetahui tingkat penerimaan panelis. Hasil: Seluruh formula menunjukkan karakteristik organoleptik yang baik dengan warna jernih kekuningan, aroma khas sesuai kombinasi minyak esensial, dan tekstur lembut, bersifat homogen serta stabil selama penyimpanan. Nilai pH seluruh formula stabil pada pH 5 selama 28 hari, nilai viskositas berada pada kisaran 3,915–3,919 cPs, dan bobot jenis berkisar antara 0,8837–0,9416 g/mL. Uji iritasi kulit menunjukkan tidak adanya reaksi eritema, edema, maupun ulserasi pada seluruh formula, sedangkan uji hedonik menunjukkan tingkat kesukaan panelis yang baik dengan Formula 2 memperoleh nilai rata-rata tertinggi sebesar 13,8667. Kesimpulan: Sediaan massage oil aromaterapi yang diformulasikan memenuhi persyaratan mutu fisik, aman digunakan, serta dapat diterima dengan baik oleh panelis.</p>2026-05-13T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Sains dan Kesehatan Avicennahttps://www.jurnal.itk-avicenna.ac.id/index.php/jkma/article/view/354Deteksi Bakteri Patogen ISPA melalui Kultur Sputum di Wilayah Kerja Puskesmas Ternate2026-04-10T00:40:31+00:00Erpi Nurdinerpinurdin88@gmail.commukhtasyam zuchrullahmukhtasyamzs@gmail.comNadia Sabrinaerpinurdin88@gmail.comD. Hi Rauferpinurdin88@gmail.com<p><strong>Latar Belakang: </strong>Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) merupakan infeksi akut pada saluran pernapasan atas atau bawah yang disebabkan oleh virus atau bakteri yang berlangsung 14 hari. Seringkali gejala ISPA diawali dengan panas disertai salah satu atau lebih dari gejala, tenggorokan sakit atau nyeri telan, pilek, batuk kering atau batuk berdahak. ISPA memiliki dampak signifikan terhadap kesehatan masyarakat karena dapat menyebabkan gangguan pernapasan dan komplikasi serius bila tidak ditangani secara tepat. <strong>Tujuan :</strong> Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bakteri penyebab ISPA melalui kultur sputum pada pasien dewasa di beberapa Puskesmas wilayah kerja Dinas Kesehatan Kota Ternate. <strong>Metode :</strong> Penelitian ini menggunakan desain deskriptif eksperimen laboratorium dengan 30 sampel sputum pasien dewasa yang menunjukkan gejala ISPA, termasuk batuk, sesak, dan tenggorokan gatal, selama periode Januari hingga Februari 2026. Identifikasi bakteri dilakukan melalui kombinasi metode kultur pada media selektif, uji biokimia, dan pewarnaan Gram untuk menentukan jenis bakteri dan dominansi Gram positif atau negatif. <strong>Hasil</strong>: Penelitian menunjukkan dominasi bakteri Gram positif, yakni <em>Staphylococcus aureus </em>(55%), <em>Staphylococcus epidermidis</em> (29%), <em>Streptococcus pyogenes</em> (13%), dan bakteri Gram negatif <em>Proteus mirabilis</em> (3%). <strong>Kesimpulan:</strong> ISPA lebih sering terjadi pada laki-laki, ditandai batuk, sesak, dan tenggorokan gatal, dengan dominasi bakteri Gram positif terutama <em>Staphylococcus aureus</em>.</p>2026-05-25T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Sains dan Kesehatan Avicennahttps://www.jurnal.itk-avicenna.ac.id/index.php/jkma/article/view/308Efektivitas Pendidikan Kesehatan Melalui Video Animasi Terhadap Perubahan Pola Asuh Mengenai Penggunaan Gadget Prasekolah2026-02-20T13:22:14+00:00Yasmine Yasmine Az-zahra Fatihahyasmineaf14@gmail.comSri Wisnu Wardaniyasmineaf14@gmail.comAnita Megawati Fajrinyasmineaf14@gmail.com<p>Di era perkembangan teknologi ini banyak tantangan dalam pola asuh orang tua yang mempengaruhi perkembangan anak usia prasekolah yaitu penggunaan gadget yang berlebihan, karena dapat memengaruhi perkembangan sosial anak. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menganalisis efektivitas pendidikan kesehatan melalui video animasi terhadap perubahan pola asuh orang tua mengenai penggunaan gadget pada anak prasekolah. Desain penelitian ini adalah quasi experiment dengan rancangan pretest-posttest control design. Pengumpulan data yang dilakukan melalui kuesioner. Sampel dalam penelitian ini yaitu 60 orang tua yang mempunyai anak usia prasekolah dan memberikan gadget pada anaknya di TK Paripurna Kota Cimahi. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah simple random sampling. Berdasarkan hasil uji Chisquare terdapat efektivitas pendidikan kesehatan melalui video animasi terhadap perubahan pola asuh orang tua mengenai penggunaan gadget pada anak prasekolah dengan perubahan pola asuh demokratis pada kelompok perlakuan dengan nilai p-value=0,035. Disimpulkan bahwa terdapat efektivitas pendidikan kesehatan melalui video animasi terhadap perubahan pola asuh orang tua mengenai penggunaan gadget pada anak prasekolah.</p>2026-05-28T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Sains dan Kesehatan Avicennahttps://www.jurnal.itk-avicenna.ac.id/index.php/jkma/article/view/346Evaluasi Pengelolaan Limbah Cair Di Rumah Sakit Umum Bahteramas Provinsi Sulawesi Tenggara2026-03-30T10:51:40+00:00Murtini Salammanlerahman@gmail.comRamadhan Tosepuramadhan.tosepu@uho.ac.idRanno Marlany Rachmanrannorachman@uho.ac.id<p>yang berpotensi membahayakan kesehatan masyarakat jika tidak dikelola dengan baik. <br />RSUD Bahteramas sebagai rumah sakit rujukan di Provinsi Sulawesi Tenggara <br />menghasilkan limbah cair dalam jumlah besar sehingga memerlukan sistem pengelolaan <br />yang efektif melalui Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL). Tujuan: Penelitian ini <br />bertujuan untuk mengevaluasi pengelolaan limbah cair di RSUD Bahteramas ditinjau <br />dari aspek input, proses, dan output. Metode: Penelitian ini menggunakan desain <br />kualitatif deskriptif dengan pendekatan fenomenologi untuk memahami secara <br />mendalam praktik pengelolaan limbah cair di lapangan. Informan dalam penelitian <br />berjumlah 6 orang yang terdiri dari informan kunci dan pendukung, dipilih menggunakan <br />teknik purposive sampling berdasarkan keterlibatan dan pengalaman dalam pengelolaan <br />limbah cair. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan <br />telaah dokumen. Analisis data menggunakan analisis tematik melalui tahapan transkripsi, <br />reduksi data, pengkodean, kategorisasi, penyajian data, serta penarikan kesimpulan <br />dengan triangulasi sumber dan metode. Hasil: secara umum tahapan pengelolaan <br />limbah cair telah mengikuti standar operasional prosedur, mulai dari sumber limbah, <br />pengaliran melalui bak kontrol, hingga pengolahan di IPAL. Namun, pada aspek input <br />masih terdapat kendala seperti keterbatasan kapasitas IPAL yang tidak sebanding dengan <br />jumlah tempat tidur, keterbatasan anggaran, serta kurangnya tenaga operator yang <br />kompeten. Pada aspek proses, pengelolaan telah berjalan sesuai perencanaan meskipun <br />masih bersifat jangka pendek. Sementara itu, pada aspek output, kualitas limbah cair <br />sebagian besar telah memenuhi baku mutu yang ditetapkan, didukung dengan sistem <br />dokumentasi yang baik. Kesimpulan: pengelolaan limbah cair di RSUD Bahteramas <br />tergolong cukup baik, namun masih memerlukan peningkatan pada kapasitas IPAL, <br />penguatan sumber daya manusia, saran penguatan kompetensi SDM melalui pelatihan, <br />pengawasan berkelanjutan, dan perencanaan anggaran yang memadai untuk memastikan <br />efektivitas pengelolaan, keberlanjutan.</p> <p> </p>2026-05-13T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Sains dan Kesehatan Avicennahttps://www.jurnal.itk-avicenna.ac.id/index.php/jkma/article/view/304Evaluasi Penggunaan Obat Diare pada Pasien Balita di Instalasi Rawat Inap Rumah Sakit Royal Prima Tahun 2022 – 20252026-02-22T09:35:59+00:00gusti nurmawan panjaitangustipanjaitan720@gmail.comDaimah Wirdatus Sanaun Harahapdaimahwsharahap@unprimdn.ac.idAstriani Natalia Br Gintingdaimahwsharahap@unprimdn.ac.id<p>balita di Indonesia. Evaluasi penggunaan obat secara berkala sangat diperlukan untuk <br />menjamin ketepatan terapi dan mencegah risiko efek samping serta resistensi obat pada <br />pasien pediatrik. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi ketepatan <br />penggunaan obat pada pasien balita dengan diare di Instalasi Rawat Inap Rumah Sakit <br />Royal Prima tahun 2022-2025. Metode: Data diambil dari rekam medis pasien balita <br />dengan diagnosa diare yang menjalani rawat inap selama periode 2022–2025. Teknik <br />pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Analisis data dilakukan secara <br />univariat untuk melihat distribusi frekuensi karakteristik pasien dan ketepatan <br />penggunaan obat berdasarkan parameter tepat pasien, tepat indikasi, tepat obat, dan tepat <br />dosis mengacu pada Pedoman Pengendalian Penyakit Diare. Hasil: Hasil penelitian <br />menunjukkan bahwa mayoritas pasien diare balita berjenis kelamin laki-laki, yaitu <br />sebanyak 59%. Sebagian besar pasien berada pada rentang usia 1–5 tahun (76%). Terapi <br />farmakologis yang paling banyak digunakan adalah probiotik (51%) dan zinc (43%). <br />Evaluasi ketepatan penggunaan obat menunjukkan hasil tepat indikasi (100%), tepat obat <br />(100%), tepat pasien (100%), tepat rute pemberian obat (45%), serta ketepatan peresepan <br />berdasarkan panduan Lintas Diare dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia <br />sebesar 100%. Kesimpulan: penggunaan obat diare pada pasien balita di Instalasi Rawat <br />Inap Rumah Sakit Royal Prima tahun 2022-2025 secara umum telah sesuai dengan <br />pedoman pengobatan yang berlaku. Namun, masih diperlukan peningkatan dalam aspek <br />ketepatan rute pemberian obat guna mendukung penerapan penggunaan obat yang lebih <br />rasional dan optimal.</p>2026-05-13T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Sains dan Kesehatan Avicennahttps://www.jurnal.itk-avicenna.ac.id/index.php/jkma/article/view/379Kombinasi Aloe Vera Dan Edukasi Self-Care Kulit dalam Penurunan Pruritus pada Pasien Psoriasis: Studi Kasus2026-05-22T14:15:44+00:00Zakiya Fajri Wahyudizakiyafw7@gmail.comEdi Purwantopurwa_edi@umm.ac.id<p><strong>Latar belakang</strong>: Psoriasis merupakan penyakit kulit inflamasi kronis yang sering disertai pruritus sehingga mengganggu kenyamanan dan kualitas hidup pasien. Aloe vera dan edukasi Self-care kulit dapat digunakan sebagai terapi komplementer untuk membantu mengurangi keluhan pruritus. <strong>Tujuan</strong>: Studi kasus ini bertujuan mendeskripsikan perubahan tingkat pruritus pada pasien psoriasis setelah pemberian Aloe vera dan edukasi self-care kulit selama tiga minggu. <strong>Metode</strong>: Penelitian studi kasus dengan pendekatan one-subject pre–post intervention pada seorang perempuan usia 43 tahun dengan psoriasis dan pruritus. Intervensi berupa aplikasi gel Aloe vera 3 kali sehari dan edukasi Self-care kulit selama 3 minggu. Evaluasi menggunakan Self-care Diary, NRS, 12-PSS, dan sPGA. <strong>Hasil</strong>: Setelah intervensi, skor pruritus NRS menurun dari 7 (gatal berat) menjadi 2 (gatal ringan). Skor 12-PSS menurun dari 24 (sedang) menjadi 13 (ringan). Skor sPGA juga menurun dari 4 (marked) menjadi 1 (almost clear), yang menunjukkan adanya perbaikan klinis pada lesi kulit. Selain itu, terjadi peningkatan kualitas tidur, penurunan frekuensi garukan, serta meningkatnya kepatuhan pasien dalam melakukan self-care kulit. <strong>Kesimpulan</strong>: Kombinasi pemberian Aloe vera dan edukasi self-care kulit menunjukkan penurunan skor pruritus dan perbaikan kondisi klinis pasien psoriasis dalam waktu relatif singkat, sehingga berpotensi menjadi terapi komplementer dalam asuhan keperawatan.</p>2026-05-31T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Sains dan Kesehatan Avicenna