Hubungan Pola Asuh Orang Tua Terhadap Masalah Mental Emosional Anak Prasekolah (3 - 5 tahun) di TK Al - Kautsar Kecamatan Cikancung
DOI:
https://doi.org/10.69677/avicenna.v5i2.181Kata Kunci:
Anak Prasekolah, Masalah Mental Emosional, Pola Asuh Orang TuaAbstrak
Latar belakang: Perkembangan psikologis anak di usia prasekolah rentan terganggu oleh persoalan mental emosional, yang jika tidak tertangani dapat membawa konsekuensi hingga masa depan mereka. Cara orang tua mengasuh menjadi salah satu unsur penentu bagaimana anak belajar mengatur emosi dan menampilkan perilakunya sehari-hari. Tujuan: Riset ini disusun guna mengungkap keterkaitan antara gaya pengasuhan orang tua dengan timbulnya persoalan mental emosional pada anak usia 3–5 tahun. Metode: Menggunakan desain cross-sectional, sebanyak 67 responden direkrut lewat simple random sampling. Pengukuran gaya pengasuhan memakai Parenting Style and Dimensions Questionnaire (PSDQ), sementara kondisi mental emosional anak dinilai lewat Kuesioner Masalah Mental Emosional (KMME); data selanjutnya diuji memakai Chi-Square. Ditemukan bahwa gaya pengasuhan otoriter paling banyak dianut orang tua, sedangkan mayoritas anak berada pada kategori tanpa risiko masalah mental emosional. Hasil: Uji statistik mengonfirmasi keterkaitan yang bermakna antara gaya pengasuhan dengan kondisi mental emosional anak (p = 0,035); gaya otoriter dan permisif tercatat sebagai penyumbang terbesar munculnya persoalan tersebut. Simpulan: Merujuk pada hasil tersebut, orang tua dianjurkan beralih ke gaya pengasuhan demokratis yang menonjolkan keterbukaan komunikasi, kehadiran dukungan emosional, dan konsistensi aturan sebagai penunjang kesehatan emosi anak.
Kata Kunci: anak prasekolah; masalah mental emosional; pola asuh orang tua
Unduhan
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Sains dan Kesehatan Avicenna

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.







